LUWU – Komitmen Polres Luwu dalam membangun lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika kembali membuahkan hasil membanggakan.
Pada momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Luwu berhasil meraih Juara II Lomba Kampung Tangguh Bebas Narkoba tingkat Polda Sulawesi Selatan melalui Kampung Tangguh Bebas Narkoba yang berlokasi di Desa Lamunre Tengah, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan kepada Polres Luwu di Mapolda Sulsel, Makassar, Rabu (1/7/2026).
Penghargaan diterima langsung oleh Kanit Sidik Satresnarkoba Polres Luwu, IPDA M. Ibrahim, A.M., S.AN., bersama Kepala Desa Lamunre Tengah, Suradi DM, sebagai representasi sinergi antara Polri dan pemerintah desa dalam membangun Kampung Tangguh Bebas Narkoba yang berdaya dan berkelanjutan.
Prestasi ini menjadi wujud nyata keberhasilan kolaborasi antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Luwu, pemerintah desa, instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh warga Desa Lamunre Tengah dalam membangun benteng pertahanan terhadap ancaman peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Polres Luwu, tetapi juga menjadi bukti bahwa upaya pencegahan yang dilakukan secara kolaboratif mampu melahirkan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat.
Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Desa Lamunre Tengah mampu menjadi salah satu Kampung Tangguh Bebas Narkoba terbaik di Sulawesi Selatan.
“Penghargaan ini bukan semata-mata milik Polres Luwu, tetapi merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh elemen masyarakat. Kami percaya bahwa perang melawan narkoba tidak akan pernah berhasil jika hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum. Kekuatan sesungguhnya lahir dari kesadaran masyarakat yang bersama-sama menjaga keluarga, lingkungan, dan masa depan generasi muda dari ancaman narkotika,” ujar AKBP Adnan Pandibu.
Ia menegaskan bahwa Kampung Tangguh Bebas Narkoba di Desa Lamunre Tengah merupakan bukti nyata bahwa pencegahan berbasis masyarakat merupakan langkah yang paling efektif dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba.
“Kesadaran masyarakat Desa Lamunre Tengah menjadi benteng pertahanan yang paling kuat. Inilah semangat yang ingin terus kami tumbuhkan di seluruh wilayah Kabupaten Luwu. Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi sekaligus role model bagi desa-desa lainnya untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba melalui kepedulian, kebersamaan, dan partisipasi aktif seluruh warga,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polres Luwu, IPTU Awaluddin, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterima sekaligus menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembinaan Kampung Tangguh Bebas Narkoba.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Luwu atas dukungan dan arahannya, seluruh personel Polres Luwu, TNI, Pemerintah Kabupaten Luwu, pemerintah desa, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh warga Desa Lamunre Tengah yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjaga kampungnya tetap bersih dari narkoba,” ungkap IPTU Awaluddin.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan melalui edukasi, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan peran seluruh unsur desa dalam mencegah masuknya narkotika ke lingkungan masyarakat.
Polres Luwu menegaskan akan terus memperkuat program Kampung Tangguh Bebas Narkoba sebagai bagian dari strategi preventif dalam memberantas penyalahgunaan narkotika.
Melalui sinergi yang terus dibangun bersama seluruh pemangku kepentingan, diharapkan semakin banyak desa di Kabupaten Luwu yang mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa keberhasilan memerangi narkoba tidak hanya diukur dari penindakan terhadap pelaku, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kampungnya sendiri.
Ketika kepedulian menjadi budaya dan kolaborasi terus diperkuat, maka harapan mewujudkan Kabupaten Luwu yang bersih dari narkoba akan semakin nyata demi masa depan generasi yang lebih baik.


Komentar